Jenis Sistem Struktural Bangunan

Jenis Sistem Struktural BangunanJenis Sistem Struktural Bangunan adalah tipe Konstruksi bangunan yg di pakai untuk landmark pencakar langit di dunia.

Bangunan bertingkat yang memiliki tinggi sampai 21 meter atau sampai 29 lantai merupakan bangunan yang memiliki konstruksi bertingkat tinggi.

Berbagai Rencana struktural tersedia untuk di pakai dalam pembangunan gedung bertingkat tinggi. Dalam artikel ini, berbagai tipe Rencana struktural bertingkat tinggi akan di sajikan.

Baca Juga Artikel kami Lainnya di tipe Konstruksi Bangunan Umum di Indonesia

Jenis Sistem Struktural Bangunan Bertingkat Tinggi

1. Rencana Konstruksi rangka bertulang dengan bracing (braced frame structural system)

  • Konstruksi bracing menghilangkan lentur di balok dan kolom.
  • Biasanya di pakai dalam konstruksi baja.
  • Rencana ini cocok untuk bangunan bertingkat dalam kisaran ketinggian rendah sampai pertengahan.
  • Efisien dan ekonomis untuk meningkatkan kekakuan dan ketahanan lateral Rencana rangka kaku.
  • Rencana ini memungkinkan penggunaan Konstruksi ramping pada gedung.
  • Keuntungan luar biasa dari frame atau bracing yg di perkuat ini adalah`, Konstruksi bisa berulang-ulang sampai ketinggian bangunan tertentu supaya bernilai ekonomi yg jelas dalam desain dan fabrikasi.
  • Perlu pertimbangan karena mungkin Konstruksi tipe ini menghalangi perencanaan internal dan lokasi pintu dan jendela. Itulah mengapa itu harus di masukkan secara internal bersama dengan garis dinding dan partisi.

2. Rencana Konstruksi rangka kaku (rigid frame structural system)

  • Dalam Konstruksi rangka yg kaku, balok dan kolom di bangun secara monolitik untuk menahan momen yg di kenakan karena beban.
  • Sangat cocok untuk bangunan beton bertulang.
  • Ini bisa di pakai dalam konstruksi baja juga, tetapi koneksinya/sambungannya akan mahal.
  • Salah satu keuntungan dari frame kaku merupakan kemungkinan perencanaan dan pemasangan jendela karena pengaturan persegi panjang terbuka.
  • Konstruksi Rencana rangka kaku menahan momen lentur, gaya geser, dan beban aksial.
  • Ketinggian lantai 20 sampai 25 bangunan bertingkat bisa di bangun memakai Rencana rangka kaku.
  • Keuntungan dari kerangka kaku termasuk kemudahan konstruksi, pekerja bisa mempelajari keterampilan konstruksi dengan mudah, membangun dengan cepat dan bisa di rancang secara ekonomis.
  • Bentang balok maksimum biasanya merupakan 12.2m dan balok bentang yg lebih besar akan mengalami defleksi lateral.
  • Kerugiannya merupakan bahwa self-weight/berat sendiri di tentang oleh aksi dari frame yg kaku.
  • Burj Al Khalifa yg adalah salah satu Konstruksi tertinggi di dunia di bangun memakai Rencana frame kaku.

3. Rencana frame dinding – Rencana ganda (wall-frame system – dual system)

  • Konstruksi ini terdiri dari dinding dan frame yg berinteraksi secara horizontal untuk menyediakan Rencana yg lebih kuat dan lebih kaku.
  • Dinding biasanya padat (tidak berlubang oleh bukaan) dan bisa ditemukan di sekitar tangga, lubang lift, dan / atau di perimeter bangunan.
  • Dinding mungkin memiliki efek positif pada kinerja frame seperti dengan mencegah keruntuhan lantai yg lemah.
  • Rencana rangka tembok yg cocok untuk bangunan dengan jumlah lantai berkisar dari 40-60 lantai yg lebih besar daripada frame geser atau kaku secara terpisah.
  • frame penguat dan rangka baja kaku memberikan keuntungan serupa dari interaksi horizontal.

4. Rencana dinding geser (shear wall system)

  • Rencana ini merupakan dinding vertikal berlanjut/menerus yg di bangun dari beton bertulang atau dinding pasangan bata.
  • Umumnya, dibangun sebagai inti bangunan.
  • Ini sangat cocok untuk menguatkan bangunan tinggi baik beton bertulang atau Konstruksi baja karena dinding geser memiliki kekakuan dan kekuatan bidang yg besar.
  • Rencana dinding geser cocok untuk hotel dan bangunan tempat tinggal di mana perencanaan berulang lantai demi lantai memungkinkan dinding menjadi terus menerus secara vertikal.
  • Ini bisa berfungsi sebagai insulator acoustic dan api yg sangat baik antara kamar dan apartemen.
  • Rencana Konstruksi dinding geser bisa bernilai ekonomis sampai 35 lantai bangunan Konstruksi.

5. Rencana struktural inti dan outrigger (core and outrigger structural system)

  • Outrigger merupakan Konstruksi horizontal kaku yg dirancang untuk meningkatkan bangunan menjungkirbalikkan/overtuning kekakuan dan kekuatan dengan menghubungkan inti atau tulang punggung ke kolom luar yg berjarak dekat.
  • Inti pusat berisi dinding geser atau frame yg diperkuat.
  • Rencana outrigger berfungsi dengan cara mengikat bersama dua Rencana struktural (Rencana inti dan Rencana perimeter) dan membuat bangunan berperilaku hampir sebagai kantilever komposit.
  • Outrigger dalam bentuk dinding di bangunan beton bertulang dan gulungan dalam Konstruksi baja.
  • Rencana outrigger multilevel bisa menyediakan sampai lima kali resistansi/ketahanan saat dari satu Rencana outrigger.
  • Secara praktis, Rencana Outrigger digunakan untuk bangunan sampai 70 lantai bahkan bisa digunakan untuk bangunan yg lebih tinggi.
  • Tidak hanya Rencana outrigger yg menurunkan deformasi bangunan yg dihasilkan dari momen-momen menjungkirbalikkan tetapi juga efisiensi yg lebih besar dicapai dalam melawan gaya.

6. Rencana Konstruksi rangka yg telah diisi (infilled frame structural system)

  • Rencana Konstruksi rangka yg diisi terdiri dari kerangka balok dan kolom yg sebagian dari ‘teluknya’ diisi dengan pasangan bata, beton bertulang atau dinding blok.
  • Dinding pengisi bisa menjadi bagian-tinggi atau sepenuhnya mengisi frame.
  • Dinding mungkin atau mungkin tidak terhubung ke bekisting.
  • Akibatnya, kinerja struktural frame akan meningkat.
  • Selama gempa bumi, struts kompresi diagonal terbentuk di infill sehingga Konstruksi berperilaku lebih seperti Braced Frame daripada Frame Moment.
  • bisa membangun sampai 30 gedung bertingkat.

7. Plat datar dan Rencana struktural pelat datar (flat plate and flat slab structural system)

  • Rencana ini terdiri dari lempengan (datar atau pelat) yg terhubung ke kolom (tanpa memakai balok).
    pelat datar merupakan Rencana rangka beton bertulang dua arah yg memakai pelat tebal yg seragam, bentuk struktural yg paling sederhana.
  • Slab datar merupakan Rencana Konstruksi dua arah yg di perkuat yg mencakup panel jatuh atau kolom utama di kolom untuk menahan beban yg lebih berat dan dengan demikian memungkinkan rentang yg lebih panjang.
  • Resistensi lateral tergantung pada kekakuan lentur komponen dan koneksinya dengan pelat yg terkait dengan gelagar kerangka kaku.
  • Cocok untuk membangun sampai 25 lantai.

8. Rencana struktural tabung (tube structural system)

  • Rencana ini terdiri dari kolom eksterior dan balok yg menciptakan frame kaku dan bagian interior Rencana yg adalah frame sederhana yg di rancang untuk mendukung beban gravitasi.
  • Bangunan ini berfungsi seperti tabung hampa yg setara.
  • Secara substansial ekonomi, hanya membutuhkan setengah dari material yg di perlukan di bandingkan pembangunan bangunan berbingkai biasa.
  • Beban lateral di tentang oleh berbagai koneksi, kaku atau semi kaku, di suplementasi bila di perlukan oleh elemen bracing dan truss.
  • Di gunakan untuk pembangunan gedung sampai 60 lantai.
  • tipe Rencana Konstruksi tabung termasuk Rencana tabung berbingkai.
  • Rencana tabung trussed , Rencana tabung terbungkus , dan tabung dalam Rencana tabung.
  • Rencana tabung trussed terbentuk ketika bracing eksternal di tambahkan untuk membuat Konstruksi lebih kaku. Tipe Konstruksi ini cocok untuk membangun sampai 100 lantai.
  • Rencana tabung bundar terdiri dari tabung terhubung dan menahan beban besar.
  • Sebuah Rencana tabung-dalam-tabung (inti lambung) di peroleh, jika inti di tempatkan di dalam Konstruksi rangka tabung.

9. Rencana dinding berpasangan (coupled wall system)

  • Rencana ini terdiri dari dua atau lebih dinding geser yg saling berhubungan.
  • Kekakuan keseluruhan Rencana jauh lebih besar daripada komponennya.
  • Efek dari Konstruksi sambungan yg tahan geser merupakan menyebabkan set dinding berperilaku sebagai cantilever komposit namun hanya sebagian, membengkok di sekitar sumbu centroidal umum dari dinding.
  • Rencana ini cocok untuk bangunan dengan ketinggian sampai 40 lantai.
  • Karena dinding geser planer mendukung beban di planer saja, dinding dalam dua arah ortogonal harus menahan beban lateral dalam dua arah Jenis Sistem Struktural Bangunan.